Bayi ini Lidahnya terus Tumbuh dan Memanjang

Malang benar nasib si kecil Olivia. Sejak lahir ia sudah didiagnosis

dengan sindrom langka, yang menyebabkan lidahnya tak berhenti tumbuh dan

terus memanjang. Kondisi ini membuat Olivia tak dapat makan dengan

normal juga tak bisa bicara.

Olivia Gillies hampir tercekik oleh

lidahnya sendiri yang mengalami akselerasi pertumbuhan dan terus

memanjang. Kondisi ini disebabkan oleh Beckwiths Wiedemann Syndrome.

Karena

lidah yang memanjang, setiap orang asing yang melihatnya selalu mengira

Olivia sedang mengejek karena terus menjulurkan lidah. Padahal lidahnya

yang terus tumbuh memang tidak muat di mulut mungil Olivia, sehingga

harus terus terjulur.

Dokter sebenarnya sudah mengetahui ada

gangguan pertumbuhan yang tidak biasa di tubuh Olivia sejak ia masih

dalam kandungan. Hasil sonografi menunjukkan bahwa lidah Olivia membesar

secara abnormal.

“Rasanya seperti ada yang menjatuhkan bom. Kami

diperingatkan bahwa lidahnya 3 kali lebih besar dari ukuran bayi baru

lahir biasa dan akan terus berkembang. Tak ada yang bisa memberitahu

akan sebesar apa jadinya. Kami sangat ketakutan,” ujar sang ibu, Emma

Gillies (27 tahun), yang berasal dari Welwyn Garden City, Hertfordshire.

Emma telah memesan jadwal operasi caesar pada usia kehamilan 38 minggu.

Sayangnya, air ketuban Emma pecah sebelum jadwal yang dipesan dan ia

harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat pada 3 Maret 2010.

Ibu lima anak ini tak bisa langsung melihat putri

kecilnya setelah dilahirkan karena ia langsung dilarikan ke perawatan

bayi untuk memeriksa napasnya. Tapi suaminya segera mengambil gambar

Olivia dan memperlihatkannya pada Emma.

“Hati saya langsung

‘meleleh’. Ya lidahnya sangat besar dan menonjol dari mulutnya. Tapi dia

cantik seperti anak-anak saya yang lain dan saya tidak sabar untuk

memeluknya,” kenang Emma.

Ukuran lidah Olivia yang besar membuat

mulutnya tak bisa menempel di payudara ibunya, sehingga si kecil ini

harus makan menggunakan bantuan tabung makan dan harus dirawat di rumah

sakit selama enam minggu pertama kehidupannya.

Lidah yang panjang

membuat Olivia kesulitan bernapas, karena itu ia pun harus segera

mendapatkan pertolongan melalui operasi tracheotomy, yaitu dengan

memotong lubang di leher untuk mengakses tenggorokan yang membantunya

bernapas.

Pasca operasi Olivia tetap harus menggunakan ventilator

sampai napasnya stabil dan dirawat di rumah sakit sampai ia cukup sehat

untuk menjalani operasi pertama pengurangan lidah pada September 2010,

ketika ia baru berusia 6 bulan.

Ia pun akhirnya diizinkan pulang

empat bulan kemudian setelah berusia 10 bulan. Tapi meski sudah operasi,

lidah Olivia masih tumbuh dengan pesat hingga menempatkan hidupnya pada

risiko. Ia pun dijadwalkan untuk operasi kedua pada Maret 2011.

“Itu

membuat frustrasi baginya karena dia tidak bisa makan atau berbicara

tapi dia mulai belajar bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan kami

dan saudara-saudara perempuannya,” ujar sang bunda.

Menurut

ibunya, yang terburuk adalah ketika melihat orang lain yang menatapnya.

Orang akan berpikir Olivia anak yang kurang ajar karena terus mengejek

dan menjulurkan lidah.

“Olivia adalah gadis kecil manis yang

tidak akan pernah bermimpi menjadi kasar atau kurang ajar, tapi lidahnya

telah tumbuh begitu besar. Dia tidak bisa menutup mulutnya apalagi

tersenyum, berbicara atau makan. Ketakutan terbesar kami adalah dia bisa

mati lemas,” lanjut Emma.

Beruntung, operasi pengurangan lidah

yang kembali dilakukan di bulan Maret tahun ini dianggap sukses dan

lidah Olivia akhirnya berhenti tumbuh. Dokter akhirnya bisa mencopot

tracheotomy dan Olivia merasa sangat senang. Ia tidak bisa berhenti

tersenyum. Dia juga belajar untuk makan dan berbicara.

“Kami

tidak pernah mendengar hal (sindrom langka) seperti itu sebelumnya dan

harus jujur itu terdengar seperti film horor. Tapi kami sangat senang

bahwa operasi telah sukses karena Olivia memiliki senyum yang indah,”

tutup Emma.

Olivia Gillies was born withh Beckwiths Wiedemann Syndrome which causes accelerated growth in a particular area of the body - in her case, her tongue

Olivia Gillies was born withh Beckwiths

Wiedemann Syndrome which causes accelerated growth in a particular area

of the body – in her case, her tongue

Thanks to surgery little Olivia, pictured recently with mother Emma and father Ian, can smile for the first time

Thanks to surgery little Olivia, pictured recently with mother Emma and father Ian, can smile for the first time

Parents Ian and Emma Gillies

Brave Olivia

Mrs Gillies (left, with husband Ian) said: ‘Olivia is the sweetest little girl you could meet’

Olivia had to be tube fed as she couldn't latch on to her mother's breast due to her over-sized tongue

Olivia’s parents said they were terrified as doctors didn’t know how large her tongue would ge

Mum Emma with Olivia when she was born

Emma Gillies with Olivia who can now smile for the first time

Mrs Gillies with Olivia just after her birth

(left) and smiling today (right). Olivia had to be tube fed as she

couldn’t latch on to her mother’s breast due to her over-sized tongue

Recovering: Olivia after having surgery on her tongue. Doctors think it has now stopped growing

Recovering: Olivia after having surgery on her tongue. Doctors think it has now stopped growing

aneh dan lucu
Be Sociable, Share!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • Delicious
  • Google Reader
  • LinkedIn
  • BlinkList
  • Digg
  • Google Bookmarks
  • HackerNews
  • MSN Reporter
  • Myspace
  • Posterous
  • Reddit
  • Sphinn
  • Tumblr

    Related posts:

    1. Misteri Boneka Okiku Dari Jepang, Boneka Setan yang Rambutnya Terus Tumbuh layaknya Jenglot
    2. Bayi Istimewa Lahir 12-12-12, Berjari 12
    3. Anak Kembar yang Terpisah Sejak Bayi Akhirnya Bertemu Saat Dewasa
    4. Bayi ini tewas tertimpa Durian
    5. Lecet atau benjol sedikit saja nyawa bocah ini akan Melayang

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


    Refresh